Arsip Blog

Sabtu, 30 Mei 2009

PEMBELAJARAN MATEMATIKA KONTEKSTUAL BERBASIS WEB

(Drs. Yohanes Suwarinto)





Hampir disemua sekolah menengah, Mata pelajaran matematika menempati posisi yang unik. Matematika mempunyai posisi yang penting, diterapkan di hampir semua disiplin ilmu yang lain. Matematika juga menjadi salah satu mata pelajaran yang diujikan sebagai Ujian Akhir nasional, yang dengan demikain menjadi salah satu mata pelajaran yang memberi kontribusi pada keberhasilan atau kegagalan siswa.

Disisi yang lain, sifat mata pelajaran matematika yang bersifat abstrak dan hierarkis menyebabkan tingkat kesulitan yang relatif tinggi pada siswa yang mempelajarinya. Kesulitan ini tampak pada indikator pencapaian hasil belajar yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan mata pelajaran yang lain.

Sementara itu, pengukuran pencapaian hasil belajar lebih menekankan pada aspek kognitif saja – misalkan pada pengujian akhir, baik tingkat daerah atau nasional – Dua aspek yang lain – afektif dan psikomotorik – sering diabaikan dan tidak mendapat tempat dalam pembelajaran. Hal ini terutama disebabkan karena pembelajaran lebih ditujukan pada tuntutan kognitif, yang secara formal diukur dalam bentuk ujian akhir.

Kondisi tersebut diatas, menyebabkan pembelajaran di kelas menjadi terasa kering, membosankan, menakutkan dan bahkan mengkerdilkan motivasi siswa dalam belajar. Tidak jarang, para siswa merasa tidak nyaman, tidak aman bahkan mengalami tekanan luar biasa dalam mengikuti pembelajaran dikelas.

Salah satu upaya untuk mengurangi atau mendekatkan konsep konsep abstrak dalam matematika dilakukan dengan ’membumikan’ konsep konsep tersebut dalam penerapan pada aspek aspek kehidupan yang terkait dengan kehidupan siswa. Penerapan konsep matematis pada aspek yang dikenali akan sangat membantu siswa dalam memahami matapelajaran ini. Pembelajaran yang mengakomodasi kehidupan siswa ini akan meningkatkan motivasi siswa dalam belajar.

Salah satu model pembelajaran yang dikenal dalam pembelajaran matematika adalah MRI – Matematika Real Indonesia – adalah pembelajaran yang menyajikan konsep konsep matematis secara kontekstual. Pembelajaran dengan menggunakan model ini memungkinkan terjadinya keterlibatan siswa dalam proses belajar, baik dalam ranah kognitif, afektif atau psikomotorik.

Dalam buku ”Revolusi Cara Belajar” dikatakan, pembelajaran yang integralstik holistik adalah pembelajaran yang multi aspek. Pembelajaranini melibatkan – sedapat mungkin – semua aspek pada siswa sebagai subyek belajar. Pembelajaran yang melibatkan berbagai aspek ini, dapat membantu siswa para siswa dalam proses belajarnya, meningkatkan rasa aman dan nyaman sehingga anak lebih terfokus pada kegiatan belajarnya.

Kemajuan tehnologi, khususnya dalam bidang Tehnologi Informasi dan Komunikasi (TIK) memberikan peluang yang besar dalam perencanaan dan rekayasa pembelajaran yang bersifat multi dimensi. Tenologi yang bersifat multi media ini memberi peluang bagi kita untuk melibatkan aspek audio – visual dalam kegiatan pembelajaran.

Terkait dengan hal diatas, penulis merancang sebuah pembelajaran yang bersifat kontekstual yang disajikan dengan menggunakan tehnologi Informasi dan komunikasi. Pembelajaran dilakukan dengan menggunakan bantuan media pembelajaran yang dibuat dengan menggunakan aplikasi Microsoft frontpage atau Powerpoint. Microsoft powerpoint dan frontpage dipilih karena kesederhanaan dan kemudahan dalam mengoperasikannya. Dibandingkan dengan aplikasi yang lebih berat – misalkan Macromedia Flash atau Dreamweaver – aplikasi tersebut relatif lebih dikenal oleh kalangan guru sekolah menengah pada umumnya.

Permasalahan yang ingin dselesaikan dengan menggunakan model pembelajaran tersebut diatas adalah 1) Bagaimana menciptakan dan meningkatkan keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar. 2) bagaimana menciptakan kondisi yang mendukung terciptanyakegiatan belajar pada peserta didik dan 3 ) bagaimana meningkatkan pencapaian hasil belajar matematika.

Terkait dengan permasalahan yang ada. Penggunaan model pembelajaran ini bertujuan untuk : 1) Meningkatkan minat dan motivasi siswa dalam belajar matematika, 2) Menciptakan kondisi yang nyaman untuk terciptanya kegiatan belajar pada subyek didik dan 3) meningkatkan pencapain hasil belajar matematika.

Model pembelajaran ini diterapkan pada siswa kelas XI jurusan ilmu Ilmu alam dengan sasaran materi pokok yang terdapat di semester ganjil, yaitu materi pokok Statistika.

Kondisi yang diharapakan dengan penerapan model pembelajaran ini adalah : 1) Pembelajaran menjadi lebih bersifat dinamis, memungkinkan penggunaan aspek audio – visual untuk membantu porses kegiatan belajar. 2) Keterlibatan siswa sebagai subyek belajar lebih intens sehingga kegiatan belajar menjadi lebih bermakna. 3) Penggunaan aspek audio visual juga dapat meningkatkan perasaan nyaman dan aman sehingga tercapai suasana yang kondusif dalam belajar. 4) Dengan demikian, diharapkan dapat diciptakan kultur kelas sebagai komunitas belajar. Ujung dari semua kegiatan ini adalah 5) meningkatnya pencapaian hasil belajar matematika.

Sumber: http://clejoerint.multiply.com/journal/item/5

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar